Menuju institusi kekeluargaan

Kira-kira jam 3:20 petang, kami semua tiba ke destinasi. Dengan kekuatan armada perang sebanyak 9 buah kereta, kami menyerang rumah perempuan.

Semua masuk dalam rumah. Kecuali aku dan Zharif.

Sebenarnya aku suruh Zharif masuk untuk tangkap gambar tapi dia enggan.

“Buatpe? Baik aku teman ko sini.”

Kemudian kami berbicara tentang alam sekitar, ikan di laut, gunung dan kehijauan hutan tropika di wilayah nusantara ini. Alangkah indahnya jika kami terus diberi kekuatan dan kesempatan untuk terus meneroka kepulauan ini. Air yang biru, karang yang melambai beraneka warna, variasi hidupan yang menguasai dasar laut dan pasir keemasan yang lembut di hujung kaki. Ah, semoga kami terus diberi peluang.

Tiba-tiba ayah telefon.

“Ha meh sini dah boleh masuk.”

Aku capai bunga, Zharif bawak kek. Kami berdua menyusun langkah dan mara ke pangkalan bakal mertua.

Macam biasa dah masuk dalam aku pun tersipu-sipu dan menjaga kelakuan. Lepas makan mee kari, aku dijemput mengambil gambar bersama tunang.

Inilah kali pertama dalam hidup semua orang mahu mengambil gambar bersama aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s