Menaik

Melihat wanita yang sedang menyusun nafas di hadapan membuat perasaan aku bersilih-ganti. Di dalam lelah, aku tersenyum melihat dia leka menyaksikan pemandangan di pergunungan. Kepenatan mendaki setinggi 2800 meter benar-benar menguji kudrat, dan masih ada ketinggian 400 meter untuk tiba ke Laban Rata.

“Sakit,” katanya memegang lutut.

Kita rehat dulu, balas aku.

Mendaki ketika musim panas tanpa bekalan air yang mencukupi bukanlah pilihan yang baik untuk aku. Otot-otot kaki yang kejang membuat aku lebih senang duduk sambil makan coklat. Mujurlah kami sudah punyai bekalan air yang diambil di kem Layang-layang. Itupun kerana biduanita di hadapanku ini yang turun mengambil bekalan air. Aku hanya menunggu di simpang jalan antara Mesilau-Timpohon-Laban Rata, menahan peha yang kejang.

“Jom,” katanya.

Aku mengekor dan melihat dari belakang perempuan di hadapanku menongkah Kinabalu sedikit demi sedikit. Tidak lama kemudian kami selamat tiba di Laban Rata, dan masih ada 800 meter pendakian ke Low’s Peak.

Hari ini, 34 hari lagi kami akan diijabkabul. Memanjat pelamin bersama pastinya menjanjikan satu lagi cabaran buat kami berdua. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s