Run Fatboy Run


Semenjak aku berputus asa dengan sukan bolasepak, aku menunggu waktu terbaik untuk kembali aktif. Kecederaan yang aku alami bukan ringan. Ibrahimovic jika diserang seperti yang aku alami, pasti  merangkak seumur hidup. Setelah pulih dan berkemampuan, aku memilih sukan yang selamat dan menjanjikan hasil optimum. Berlari dan berbasikal. 

Namun aku terpaksa menghentikan aksi berbasikal buat sementara waktu atas perkara-perkara yang tidak dapat disebut di sini. Bak kata James Bond, “it’s classified.”

Sepanjang aku kembali berlari, ada banyak perkara pahit dan manis. Kesemuanya aku adun menjadi sebuah pengalaman buat mengisi dadaku yang sudah sedia berilmu.

Biarlah aku bercerita satu peristiwa yang aku alami minggu lepas. Ketika itu aku sedang asyik berlari di dalam gerimis petang hari dan segala permasalahan yang aku alami di pejabat, aku sirnakan dari benak pemikiranku. Seutas demi seutas benang saraf di otak yang berselirat, aku leraikan dengan setiap meter aspal yang aku langkah. Begitu tenang jiwa, begitu lapang dadaku di waktu itu. Benarlah kata orang, jika kepalamu kusut, larilah. 

Ketika sedang melintasi sebuah rumah yang dijadikan pusat asuhan, dari jauh aku sudah melihat kanak-kanak berkumpul di perkarangan rumah. Mereka sedang bergurau senda dan ketawa riang, alangkah mudah hidup anak-anak ini fikirku. Semasa melintas di hadapan rumah itu, aku mendengar seorang budak berkata kepada kawannya,

“Kau nanti dah besar jadi macam tu la, kepala botak.” Kemudian mereka ketawa beramai-ramai.

Terpaksa aku buat-buat tak dengar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s