Sebuah puisi tentang aku dan malam hari

Semalam,

ketika dinihari berkunjung tiba,

ku melangkah menuruni kondominium mewah rumahku penuh bergaya,

aku meregangkan kaki sebagai permulaan untuk berlari,

jiranku melihat dari tirai jendela,

memandang penuh waspada,

bercampur khuatir,

padanya aku adalah orang yang ingin berbuat onar,

aku tidak mengendahkan pandangannya,

dan memulakan langkahku,

ke kanan ke kiri,

ke kanan, ke kiri lagi,

berlari, dan berlari.

Ketika sampai di tempat permulaan,

aku melihat jiranku keluar dari rumah,

dan memeriksa penuh rapi penuh teliti keretanya yang mahal,

aku tersenyum,

dan kakiku meneruskan langkah,

ke kanan ke kiri,

ke kanan, ke kiri lagi.

Malam ini,

aku mahu ulang berlari ,

dan berharap jiranku tidak khuatir lagi,

kerana aku…

bukanlah…

orang jahat,

ataupun orang minyak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s