Virgil van Dijk

Ketika bola berada di udara dan sedang menuju ke arah kapten Liverpool, hanya ada satu tujuan yang bermain di benaknya.

Lantas dengan penuh geliga, kapten Liverpool itu mencongak kesemua pembolehubah dan arah angin serta kekuatannya ketika bergeser dengan bola. Sebaik sahaja bola menghampiri beliau dalam kira-kira 1 meter, diangkat kakinya dan diperhalusi lagi dengan seni yang jarang ada pada pemain Arsenal dan sebuah kelab di bawah kendalian Jose Mourinho.

Pluppp! Bunyi bola disepak kapten Liverpool.

Hasilnya tepat seperti yang dicongak di benak pemikiran tadi. Bola meniti dua kali di atas tiang dan jatuh tepat ke depan gawang.

Disaat itu, Pickford yang tidak menduga seni bolasepak sedemikian masih hidup dan penuh asa, cuba mendapatkan bola dengan melompat namun tangannya hanya terkapai-kapai lemah di udara.

Origi yang tidak tahu apa-apa, hanya perlu melayangkan badan dan dia sendiri tidak sedar bola jatuh di atas kepalanya. Semuanya diatur tepat oleh kapten Liverpool itu tadi.

Gol. Dan bumi Anfield bergegar umpama guruh yang menghentam angkasa.

Semuanya atas jasa kapten Liverpool. Terima kasih kapten.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s