Ramadhan 28, masih belum beli mercun

Seperti kebiasaan sama seperti lelaki maskulin yang lain aku akan mengangkat tong gas dan membawanya ke kedai untuk ditukar dengan tong baru.

Lelaki yang hanya membuat panggilan dan tong gasnya dihantar ke rumah, aku sudah lama menganggap mereka sebagai lelaki yang malas basuh pinggan.

Lazimnya aku membawa tong gas ke kedai dengan kereta. Kali ini aku terpaksa bertungkus-lumus membawa tong gas dari tingkat 4, turun ke bawah, punggah ke atas motor dan membawanya kembali ke rumah di tingkat 4.

Aku anggap ini sebagai satu kejayaan malah aku tersenyum kecil apabila memasukkan tong gas yang berisi gas petrolium melepasi pintu rumah.

Tiba-tiba aku terdengar lori memberi hon banyak kali di bawah rumah dan aku anggap ini adalah salah satu dugaan puasa.

Kenapa?

Kenapa ko tak datang hon tadi lori tong gas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s