Petanda mampir di dalam lenaku, untukmu semenanjung emas tanahairku

Duhai Datok Nujum Bintara Alam, adapun niat hamba datang mengadap tiadalah yang lain hanya datang memberi pedoman yang hamba dapat dalam mimpi tadi malam. Sudilah kiranya datok nujum meluangkan sedikit masa dan sekapur sirih seulas pinang.

Di dalam mimpi hamba malam tadi datok, hamba sedang menunggu datangnya tok mudim bertandang. Selama menunggu, hamba bercanda-ria bersama teman seperguruan di sekolah menengah. Rupanya mereka juga menunggu tok mudim untuk dikhatan, datok.

Kemudian, sampailah giliran hamba untuk dikhatankan tok mudim. Sebaik dibuka celana sakti hamba, rupanya tiada apa-apa lagi untuk tok mudim lakukan, sudah tersedia mengikut syariah agama yang kita junjungi.

Kemudian hamba berlalu pergi dan pulang ke rumah sambil berfikir untuk apa hamba membuang masa membuang tenaga beratur menunggu tok mudim. Sambil berjalan, hamba mengeluh dan kemudian terjaga di waktu lazim.

Sudilah kiranya datok nujum membuat tafsir akan mimpi dan petanda yang datang menjengah hamba malam tadi. Adakah negeri kita ini tidak perlu lagi ditukar-tukar bendaharanya? Kerana… well, you know, base on my dream last night. Right?

Namun jika ditukar, janganlah segan-silu menyambung morotarium. Sekadar memberi petanda.

One thought on “Petanda mampir di dalam lenaku, untukmu semenanjung emas tanahairku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s