Malaikat yang ternoda

Dirimu gagah sihat sejahtera, sentiasa waspada marabahaya 

Sayang hatimu gering penuh khianat

Seperti taman bunga, dipenuhi ular berbisa

Yang menjadi makam, buat pengunjung tidak siaga

Sadarlah

Kita hanya manusia

Yang hidup sementara di atas manjapada

Satu hari nanti, ketika nyanyian sakaratul di hujung telinga

Jangan kau menyesal

Kerna menyakiti sesama insan

Adapun yang menunggumu di dalam liang

Adalah

Bukanlah

Insan-ul-kamil yang kau riak siponggang menganiaya

Tetapi

Segala amal dan jasa ketika hidup

Ingatlah teman

Ingatlah

Dunia sementara

Sementara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s