Bukit Asah, Karangasem

Jalan menanjak ke atas tidak berapa elok. Aku keluar kereta garu kepala. 

“Bisa mas, bisa dibawa mobilnya ke atas,” kata pakcik bawak motor.

Selepas mengucapkan terima kasih, aku bergegas masuk.

“Jalannnnn,” kataku kepada saudara Firdaus yang memandu.

Sampai di ruang parkir, ada yang sudah menunggu,

“Bapak mahu berapa tendanya? Satu tenda seratus ribu rupiah, juga ada kayu api untuk dibakar.”

Dua tenda. Kata Vovin.

Bertemankan bunyi ombak yang menggulung dan memecah di tebing bukit, kejora yang penuh bercacah di atas angkasa, unggun api dan bunyi cengkerik… aku rasa seperti di dalam Red Dead Redemption. Seorang koboi yang berehat dan menanti fajar.

Terima kasih! Untuk semesta yang tinggi di atas dan alam untuk dilestarikan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s