Firasat, sesuatu yang sudah tidak dipedulikan orang

Sebelum melangkah ke dalam gelanggang futsal, aku mempunyai perasaan aneh dan terbayang motorku yang bernama Drogon akan dilanggar. Aku malah telah menyediakan dialog dengan intonasi yang baik untuk orang yang bakal melanggar motorku.

“Bang… apa ni bang… takkan tak nampak?” Dialog yang sudah aku sediakan jika Drogon dilanggar.

Kemudian aku tersenyum dan melangkah masuk ke gelanggang,

“Tak mungkin kena langgar.” Getus hatiku.

Perlawanan bermula, musuh kali ini bukan calang-calang. Didatangkan khas dari Kedah… mereka seperti tahu aku adalah bangsa Johor dan mahu membalas dendam atas kekalahan Lajak Laris di peringkat separuh akhir Piala FA.

 (Aksi di bawah harus di-imaginasikan dalam bentuk definisi tinggi)

Aku acah ke kanan,

lawan menggerakkan badannya ke kiri,

aku tolak bola dan lari ke kanan lawan,

lawan mengekori rapat punggungku dengan ekor matanya,

aku pandang gol lawan, 

bola dirembat ke sudut yang sukar digapai penjaga gol.

Dannnnnnnnnnnnn…

Ya, memang susah untuk penjaga gol menepis bola yang aku rembat melencong jauh dari gol.

Sunyi seketika.

“Selalunya gol,” kata aku kepada teman sepasukan.

Tiba-tiba kami dengar bunyi kuat dari tepi gelanggang. Alangkah sayunya hati melihat Drogon sudah terkulai layu. Hati aku bagai direntap-rentap bila Drogon terjelepuk dihentam brader van yang gostan ke belakang.

Lantas aku pergi ke brader van yang sedang membangunkan Drogon.

Cerita ini berbalik semula ke perenggan dua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s