Perlawanan yang tidak pernah surut di Tanah Rencong

Tempohari aku ke Banda Aceh, sebuah tempat yang pernah menjadi tumpuan dunia kerana balamalapetaka yang amat dasyat. Tempat yang aku lawati ialah Pulau Weh di mana bermulanya wilayah kepulauan Indonesia, Iboih, Sumur Tiga, dan juga beberapa lokasi lain di Banda Aceh. Sempat juga aku berkunjung ke rumah Cut Nyak Dien, simbol keperwiraan Aceh.

Ketika sampai di masjid yang terletak di tepi pantai dan antara lokasi pertama yang ditimpa ombak gadang tsunami, aku memanjat menaranya. Dari atas menara, aku dapat melihat pantai. Di situ aku membayangkan kehadiran ombak yang datang bergulung membawa nestapa dari samudera. Tidak terbayang aku akan kepiluan mereka yang kehilangan semua ahli keluarga. Dan cerita dari mereka yang terselamat juga membuatkan aku kagum kepada semangat kental mereka. Itu belum masuk mereka yang terselamat diselamatkan mergastua rimba. Agak sukar dipercayai namun kita hanyalah sebutir zarah di dalam cakrawala yang luasnya tiada batasan.

Selepas aku hayati dan berfikir sedalam Lautan Hindi, ditambah dengan sejarah Aceh yang kaya dengan penentangan, aku rumuskan tsunami yang melanda membawa kesan baik jangka panjang kepada bumi Aceh. Perdamaian antara kerajaan dan gerakan pemisah berjaya dipersetujui dan memberi keamanan di wilayah ini. Hari ini Aceh bergerak menuju haluan idamannya dan membuka pintu untuk dikunjungi tamu yang bertandang. Untuk tetamu yang bertandang ke sini, pasti terasa begitu dekat dengan penguasa alam semesta dan kalam-kalamNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s