Hari ini. Dan sekeping doa.

Hari ini aku keluar makan tengahari dan pulang ke opis dengan niat ingin membeli goreng pisang. Niat aku baik, untuk buat boss sejuk hati bila aku masuk lambat sambil membawa bungkusan makanan.

Di tepi jalan, ketika sedang menunggang motor, aku nampak seorang wanita di dalam lingkungan 50-an sedang menolak troli. Di dalam troli ada kotak, kertas dan tin-tin yang sudah terpakai. Di bawah panas matahari, dia menolak troli itu bersama seorang lagi anak kecil di dalam lingkungan 9-11 tahun. Anak kecil itu duduk di dalam troli.

Sampai di gerai, aku beli goreng pisang dan keropok lekor. Kemudian aku bergegas ke motorsikal.

Ketika mahu menghidupkan motor, makcik yang aku nampak tadi berada di tepiku.

Aku sedih. Wanita seusia ibuku menolak troli mencari barang-barang terpakai untuk dijual.

“Makcik, cari apa?” Aku bertanya sesuatu yang sudah diketahui jawapannya.

“Cari botol-botol dengan tin nak, dengan kotak kertas.”

Aku sebak. Dan mencapai dompet, untuk aku hulurkan sedikit wang kepadanya.

“Tak apa nak, tak apa. Makcik boleh cari sendiri.” katanya sambil berlalu pergi.

Aku buntu. Namun aku harus menghormati pendiriannya.

Kemudian aku berlalu dan mengucapkan supaya dia berhati-hati menolak troli. Dan juga sekeping doa supaya anak kecil itu mampu untuk hidup sejahtera di masa mendatang dan membalas jasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s