Temaram di Amed

Selepas mendapatkan istirehat yang empuk, aku dan Vovin meneruskan pertualangan. Tengahari ini kami akan ke Pantai Amed yang terletak di timur Bali.

Perjalanan dari Singaraja melalui jalan pantai utara Bali menjanjikan pemandangan yang asyik. Berbeza dengan jalanraya Bali yang lain, jalan  kami lalui santai dan hanya berteman burung-burung yang berlegar di udara. Namun tidak pernah surut dengan desa yang berdirinya rumah-rumah bersaiz sederhana.

Sampai di Amed dan mendaftar masuk penginapan, kami pergi makan. Kami makan tengahari di tepi pantai disajikan nasi goreng dan pemandangan yang sangat elok. 

“Terima kasih alam semesta untuk gadis-gadis berbikini yang berjalan dengan lenggok yang sangat elok.” kata Vovin.

Selaku orang budiman, aku hanya menumpukan sepenuh perhatian kepada nasi goreng.

Petangnya kami duduk di lereng bukit, menyertai pemuda-pemudi lain sama-sama melihat matahari terbenam. Suasana ketika itu begitu senang. Ada yang menjual air, ada yang sedang memarkir motor, ada yang sedang mencari tempat paling sedap menangkap gambar, ada juga yang sedang memulakan bicara dengan, “How are you? Where are you come from?”


Pemuda-pemuda yang aslinya di situ membawa bersama mereka sebuah gitar. Kehadiran irama petikan gitar menghangatkan lagi senja pada hari itu, dan ada juga aku ter-sing along lagu Bob Marley.


Pantai Amed adalah antara destinasi yang punyai pantai dan karang yang cantik. Tapi sunyi sekali di malam hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s